Taqwa Tekun Terampil

Asah Asih Asuh

Satria Setia Sportif

Nilai Luhur Universitas Trisakti

Tujuan

Peningkatan kualitas Lulusan, Kurikulum, dan Dosen untuk memberikan nilai tambah Universitas Trisakti bagi masyarakat

Model Pengembangan Merdeka Belajar

Model Merdeka Belajar Universitas Trisakti

Mengingat Usakti telah mengadopsi kurikulum berbasis outcomes (OBE) sejak semester Gasal 2019  – 2022 dan model MBKM merupakan alternatif pilihan bagi mahasiswa (tidak wajib), maka untuk merealisasikan tujuan tersebut dipilih strategi memisahkan penyelenggaraan model MBKM dari kurikulum regular. Kurikulum MBKM (20 – 60 sks) berorientasi pada mitra atau kelompok mitra sehingga memerlukan karakteristik: (1) Relevance, kurikulum MBKM relevan dengan kurikulum reguler dan kebutuhan DUDI, porsi pembelajaran yang dapat di rekognisi atau mensubtitusi mata kuliah/capaian pembelajaran yang ada di kurikulum reguler minimal 20 sks dan ditentukan bersama DUDI; (2) Agile, kurikulum dan pelaksanaannya dapat dilakukan penyesuaian sesuai perkembangan kekinian dan bidang kebutuhan mitra;  (3) Customize, konten pembelajaran dan asesmen mudah untuk dikustomisasi dalam rentang spektrum teori sampai dengan praktek; (3) Flexible, konten pembelajaran dirancang mikro (micro-learning) sehingga mudah untuk dipertukarkan dan disubstitusikan, serta mudah dipilih dan dikonsumsi peserta didik; (4) Excellence Oriented, pengelolaan dan pengembangan berdasarkan interes kelompok dosen keahlian, sehingga dapat menstimulasi timbulnya integrasi kegiatan tridarma.  Model implementasi MBKM Universitas Trisakti  ini dapat dilihat pada Gambar 1.2, dan Model Kurikulum 20 – 60 sks Fleksibel berorientasi kemitraan pada Gambar 1.3

Kekuatan model terletak pada penerapan prinsip kemitraan dengan DUDI  pada setiap tahapan proses (co-creation, co-design, co-production). Rancangan kurikulum 20 – 60 sks dibuat bersama antara program studi/kelompok interes dengan mitra (DUDI). Program studi/kelompok interes berfungsi untuk merumuskan apa saja capaian pembelajaran yang dapat dipilih untuk mengakomodir kebutuhan mitra, termasuk bagaimana melakukan pengaturan spektrum teori sampai dengan praktek dari suatu konten. Kurikulum disusun dari tiga bagian, yaitu (1) bagian dasar yang merupakan kompresi dari capaian pembelajaran di semester 1-5 yang merupakan pengantar keahlian. Bagian ini akan dikonsumsi oleh mahasiswa/pengguna lainnya yang belum mempunyai latar belakang dari keahlian yang akan diambil; (2) bagian keahlian yang merupakan capaian keahlian yang diambil dari kurikulum reguler dan proses belajar diselenggarakan secara bersama antara dosen dan tenaga ahli dari DUDI; (3) bagian project merupakan bagian dimana mahasiswa/pengguna lainnya dapat mengaktualisasi diri dalam penyelesaian masalah-masalah riil mitra. Bagian project ini bisa dilaksanakan secara mandiri/independen; bekerja sama dalam tingkat Fakultas/Universitas atau bergabung dengan project di luar mitra (grup independen).